1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Berita

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan susun roadmap pengembangan e-learning 2019-2024

 

e learning roadmap

Dalam rangka penyusunan roadmap pengembangan eLearning Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2019-2024, Pusat Diklat Sumber Daya Manusia Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Diklat SDM LHK) bekerja sama dengan GIZ dan Forest Investment Programme (FIP) World Bank menyelenggarakan lokakarya pada tanggal 13-14 September di Jakarta. Roadmap ini akan dijadikan acuan kerja dalam pengembangan e-learning lima tahun mendatang. Lokakarya ini diikuti oleh sekitar 50 peserta dari berbagai direktorat teknis KLHK, Lembaga Administrasi Negara, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan serta lembaga/proyek internasional.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) KLHK dalam sambutannya menyebutkan bahwa SDM kehutanan jumlahnya semakin meningkat dan distribusinya tersebar luas di berbagai pelosok Indonesia. Mereka membutuhkan pengembangan kapasitas agar dapat meningkatkan kinerjanya. Di sisi lain terdapat keterbatasan anggaran untuk penyelenggaraan diklat klasikal, oleh karenanya Diklat e-learning menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kapasitas SDMk kehutanan. Pengembangan e-learning yang diinisiasi sejak 2014 oleh  Pusat Diklat SDM LHK bekerja sama dengan GIZ dan AIZ, diharapkan bisa didorong lebih optimal.

Dalam lokakarya ini dibahas Diklat prioritas yang akan menggunakan e-learning, kebijakan dan regulasi pendukung e-learning yang perlu disusun, strategi mengarus utamakan e-learning ke lingkup eselon 1 KLHK, identifikasi kebutuhan pengembangan SDM pengelola dan sarana prasarana e-learning, dan uji kompetensi peserta e-learning.

Untuk informasi yang ebih lengkap dapat menghubungi:
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan SDM

Dibuat: Senin, 08 Oktober 2018

Pelatihan budidaya lebah tanpa sengat di Kalimantan Barat

 

2018 09 beekeeping training Kapuas Hulu Petrus Derani

Dalam rangka mendorong dan meningkatkan pemanfaatan hasil hutan bukan kayu, pelatihan budidaya madu tanpa lebah (Trigona sp) dilakukan bersama dengan program kerja sama keuangan Jerman (FORCLIME FC). Pelatihan dilakukan pada tanggal 8 September di Desa Selaup, Kapuas Hulu dengan target 12 komunitas lokal yang di antaranya Desa Menua Sadap. Dengan demikian, mereka mendapatkan pengetahuan teknis mengenai budisaya lebah tanpa sengat sebelum menerima dana investasi dari FORCLIME FC. Dana invetasi ditujukan untuk pemasangan dan peningkatan fasilitas perlebahan dan memulai kegiatan lebih lanjut di desa-desa.

Di antara peserta pelatihan ada 32 perwakilan kelompok yang memelihara lebah Trigona (kelulut), dua peserta dari BAPPEDA Kapuas Hulu dan enam aparat desa Ulak Pauk. Para pejabat desa ini mengikuti pelatihan atas inisiatif sendiri untuk belajar tentang lebah kelulut.

Selama pelatihan, kelompok peternak lebah desa Selaup, dibantu GIZ, berbagi pengetahuan mereka. Materi pelatihan yang disampaikan termasuk pengetahuna mengenai berbagai jenis lebah, bagaimana membangun dan memelihara sarang lebah, memindahkan koloni lebah ke dalam rumah lebah buatan serta cara memanen dan memasarkan madu. Selain teori, para peserta juga melakukan praktik. Semua bahan pelatihan disediakan oleh peternak lebah Desa Selaup.

Untuk detail lebih lanjut, silakan hubungi:
Petrus Derani, Advisor teknis bidang Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM)
Lutz Hofheinz, Manajer bidang strategis, Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan

Dibuat: Kamis, 04 Oktober 2018

Dialog antara lembaga Diklat Kehutanan Indonesia dan Jerman

 Hospitation August

Untuk meningkatkan pertukaran internasional di antara lembaga Diklat kehutanan, FORCLIME mengatur program pertukaran dengan pusat pelatihan kehutanan Jerman pada tanggal 13 Agustus hingga 2 September. Peserta program pertukaran ini adalah kepala Pusat Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Diklat LHK) Rumpin (Jawa Barat) dan kepala Diklat LHK Samarinda (Kalimantan Timur).

Program ini disusun bekerja sama dengan German Forest Society (Deutscher Forstverein) dalam kerangka kerja Program Pakar Hutan Pemerintah Jerman yang menghubungkan jejaring lembaga pendidikan dan pelatihan kehutanan di Jerman. Kerangka kerja tersebut meliputi topik-topik mengenai pendidikan akademik kehutanan, transfer pengetahuan yang sistematis di pusat pendidikan dan pelatihan hutan negara serta praktir-praktik pengelolaan hutan dan magang Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH. Untuk memastikan selama kunjungan terjadi interaktif dialog, program pertukaran ini mengunjungi institusi yang relevan dengan mengemukakan tugas harian lembaga bersangkutan. Lembaga-lembaga yang dikunjungi adalah Universitas Goettingen, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Hutan Weilburg (HessenForst), Pusat Pendidikan dan Pelatihan Hutan Seesen-Muenchehof, KPH Seesen (keduanya Lower Saxony State Forest Enterprise) dan Harz National Park (negara bagian Lower Saxony dan Saxony-Anhalt). Program pertukaran ini secara khusus ditargetkan untuk Kepala Balai Diklat Kehutanan Indonesia agar mendapatkan inspirasi dalam menyusun desain, menyelenggarakan dan melaksanaan pelatihan serta untuk membangun kemitraan internasional di antara lembaga pelatihan.

Selain program resmi, peserta juga mendapat kesempatan untuk lebih mengenal sisi budaya dan cara hidup di Jerman.

Untuk informasi lebih jelas, silakan hubungi:
Lutz Hofheinz, Advisor Senior bidang Pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan
Pipin Permadi, Advisor bidang Kebijakan Kehutanan dan Perencanaan Strategis

Dibuat: Jumat, 21 September 2018