1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

KPH Kubu Raya kunjungi Hutan Sumber Kehidupan: belajar pencegahan kebakaran hutan dan pengelolaan lahan gambut di Kalimantan Tengah

Kubu Raya visits Central Kalimantan

Pada tanggal 11-14 April, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya (Kalimantan Barat) melakukan kunjungan studi ke Kalimantan Tengah dalam rangka meningkatkan pengetahuan praktis  pencegahan kebakaran hutan dan lahan serta pengelolaan lahan gambut.   Lokasi kunjungan adalah Jumpun Pembelom, yang berarti Hutan Sumber Kehidupan, di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.  Sebanyak 12 orang perwakilan Regu Brigade Kebakaran Hutan KPH Kubu Raya ikut serta dalam kunjungan ini, dan didampingi oleh Tenaga Ahli Penanganan Kebakaran Terpadu dari perusahan konsultan, EcoConsult, yang didukung oleh GIZ.

Selama kunjungan, peserta mendapatkan informasi mengenai sejarah pengelolaan hutan gambut, sistem pertahanan api di lahan gambut, program ketahanan ekonomi lahan gambut dan pengembangan sistem reaksi cepat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para peserta juga melakukan praktik pembuatan sumur bor untuk sumber air saat terjadi kebakaran, dan mengunjungi lokasi pertanian terpadu lahan gambut. Selain itu, peserta juga berkunjung ke kantor Manggala Agni Palangkaraya untuk melihat sistem koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta melihat praktik Pembukaan Lahan Tanpa Bakar.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, Regu Brigade Kebakaran Hutan KPH Kubu Raya akan melakukan evaluasi internal serta memilih praktik-praktik yang dilakukan di Kalimantan Tengah yang dapat diterapkan di wilayah KPH Kubu Raya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat
Udi Tyastoto, Tenaga Ahli Penanganan Kebakaran Terpadu, EcoConsult

FORCLIME dapat penghargaan di pameran Indogreen 2018

The Award

FORCLIME menjadi salah satu juara pada Pameran Lingkungan Hidup Kehutanan IndoGreen, yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tahun ini adalah pameran yang kesepuluh dan diselenggarakan di Samarinda tanggal 5 sampai 8 April di Samarinda Convention Hall, Kalimantan Timur. Melalui acara seperti ini, FORCLIME mndistribusikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatannya di wilayah kerja di tiga kabupaten, yaitu: Malinau (Kalimantan Utara), Berau (Kalimantan Timur) dan Kapuas Hulu (Kalimantan Barat).

Dalam sambutan pada acara pembukaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa melalui pameran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk secara terus menerus menjaga hutan dan memelihara lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ratu Wina Widyawati
Programme Officer, Information and Knowledge Management

Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda susun roadmap pengembangan kapasitas

roadmap pengemabangan kapasitas small

Dalam rangka memperingati 40 tahun berdirinya Badan Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BD LHK) Samarinda, diselenggarakan Lokakarya Penyusunan Roadmap Pengembangan Kapasitas Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda pada tanggal 26-27 Februari 2018 di Samarinda. Lokakarya ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kapasitas BD LHK Samarinda guna meningkatkan pelayanan. Acara ini diikuti oleh 50 representatif dari BD LHK Samarinda, unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Samarinda, Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Kalimantan Timur, sektor swasta, serta LSM. Lokakarya ini diselenggarakan atas kerja sama BD LHK dan FORCLIME.

Dalam acara pembukaan, Kepala Pusat Diklat SDM LHK menyampaikan bahwa materi diklat BD LHK Samarinda harus disesuaikan dengan kebutuhan dari kelompok sasaran (user), metode lebih berorientasi pada keterampilan praktis, berorientasi pada outcome (tidak sekedar menghabiskan anggaran) dan selektif di dalam memilih peserta pelatihan.

Hasil dari lokakarya antara lain strategi pengembangan diklat akan menggunakan pendekatan Competence Based Training (CBT) yang fokus pada pengembangan kompetensi yang dibutuhkan kelompok sasaran. Hal ini akan berimplikasi pada perlunya perubahan regulasi, karena saat ini pelatihan dilakukan dalam sistem paket (kurikulumnya baku dan minimum peserta 30 orang).

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer Strategis bidang Peningkatan Kapasitas SDM