1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Pencapaian dan Aktifitas

Pelaksanaan program pelatihan kewirausahaan dan pengembangan bisnis

Coaching Putissibau 2

Mengacu pada tujuan program, FORCLIME mendukung pengembangan kapasitas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dan meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat pedesaan. Hal ini dapat dicapai melalui penguatan kualifikasi yang dibutuhkan, misalnya kemampuan kewirausahaan yang berkontribusi bagi pemangku kepentingan lokal yang mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan. Beberapa skema perhutanan sosial telah diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang selanjutnya akan lebih banyak lagi masyarakat lokal yang secara legal berhak untuk mengelola sumber daya hutan secara mandiri.

Karena kewirausahaan adalah bidang yang luas, program yang komprehensif diperlukan untuk mencakup aspek-aspek terpenting kewirausahaan. Termasuk mengidentifikasi komoditas yang sesuai, pengembangan rantai pasokan, cara pengolahan dan pengemasan, pemasaran produk, dan kerja sama di antara petani. Sementara itu, pengaturan bisnis apa pun harus mengarah pada keberlanjutan untuk menciptakan lapangan kerja jangka panjang dan menghasilkan pendapatan secara permanen bagi para pelaku yang terlibat. Untuk memastikan pendekatan praktis, pelatihan harus mencakup teori dan praktik dan pada saat yang sama memberi dukungan pada konsep individu yang fokus pada potensi lokal yang ada dengan merevisi ide-ide bisnis dan mengadakan sesi pendampingan.

Kegiatan ini pada dasarnya bertujuan pada tiga kelompok sasaran:
1. Orang-orang yang mengembangkan bisnis sendiri dan menghasilkan pendapatan, masyarakat lokal melakukan sendiri secara langsung. Perwakilan dari desa yang berbeda harus mengambil pengetahuan yang berguna untuk dibawa pulang, diterapkan secara individual tetapi juga ketika pengganda menyampaikannya kepada anggota masyarakat lainnya.
2. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) merupakan penyedia layanan publik yang memberikan dukungan teknis kepada pemangku kepentingan lokal dalam semua hal yang memengaruhi pengelolaan hutan lestari dan penggunaan sumber daya alam yang berasal dari dan di sekitar hutan mereka. Untuk layanan penyuluhan seperti ini dibutuhkan kualifikasi komprehensif termasuk kompetensi kewirausahaan.
3. Para guru Pusat Pelatihan Kehutanan Pemerintah Daerah (BDLHK) akan menjadi orang yang bertanggung jawab untuk di masa depan secara teratur memberikan pelatihan kepada staf UPH untuk membekali mereka dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk memenuhi misi konsultasi mereka. Mereka harus berspesialisasi pada topik-topik tertentu untuk meneruskan pengetahuan yang relevan dan bekerja sebagai moderator yang mendukung petugas penyuluh layanan hutan.

Pelaksanaan pelatihan dipercayakan kepada perusahaan konsultan Indonesia, yang memiliki keterampilan dan pengalaman yang diperlukan. Karena peserta biasanya hanya dapat berpatisipasi paling lama seminggu, akibat adanya komitmen dan kewajiban lain, pelatihan harus dibagi menjadi seri pelatihan dengan beberapa modul yang saling membangun. Oleh karena itu seluruh rangkaian acara pelatihan terdiri dari pelatihan dasar selama satu minggu, ditindaklanjuti dengan pelatihan dua hari yang dilaksanakan setelah beberapa minggu pelatihan dasar selesai. Untuk peserta, yang nantinya akan bertindak sebagai pelatih setelah mendapatkan pelatihan, yang akan membagikan pengetahuan mereka kepada orang lain, kursus lanjutan selama satu minggu juga dilakukan.

Komponen-komponen tersebut mencakup berbagai topik yang memungkinkan peserta memperoleh pengetahuan dasar dan mengembangkan model bisnis sederhana. Selama lokakarya dasar, topik-topik berikut dibahas:

  1. Kewirausahaan dan pendirian bisnis komoditas berbasis hutan,
  2. Pendekatan Rantai Nilai,
  3. Penilaian pasar yang cepat atas hasil hutan bukan kayu pilihan, dan
  4. Strategi Bisnis dan Rencana Bisnis.

Basic Tarakan 6

Aspek terakhir harus dijabarkan lebih lanjut setelah mengikuti kursus dasar. Apabila komoditas tersedia di area rumah peserta, rencana bisnis harus dikembangkan dan dijabarkan lebih lanjut. Dalam pelaksanaan tindak lanjut kegiatan (“coaching workshop”), konsep ini harus disampaika dan dijustifikasi. Kelompok peserta kemudian harus mempertanyakan konsep dan menunjukkan titik lemah yang ada untuk melakukan pemeriksaan realitas.

Komponen terakhir dari program pelatihan adalah pelatihan lanjutan dengan pendekatan train-the-trainer, yang membahas lebih dalam mengenai permasalahan terkait dengan bisnis. Pengetahuan semacam ini harus diberikan terutama kepada perwakilan KPH dan pusat-pusat pelatihan untuk memperkuat peran mereka sebagai Advisor. Modul pelatihan termasuk topik-topik seperti sebagai berikut:

  1. Pengembangan produk,
  2. Pemasaran (termasuk solusi berbasis web), dan
  3. Pengembangan organisasi.

Pengembangan organisasi merupakan hal yang sangat penting untuk meningkatkan kerja sama dan orientasi strategis umum dari produsen komoditas yang sama. Dengan mendirikan organisasi seperti asosiasi, koperasi atau jenis kerja sama lain yang mewakili kepentingan anggotanya, dimungkinkan untuk mencapai keseimbangan yang adil antara posisi produsen dan pelanggan dan untuk menghindari ketergantungan yang tidak adil.

Basic Putussibau 4

Semua peserta yang sebagian besar berasal dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Utara terlibat dengan motivasi tinggi selama pelatihan. Latihan praktis dengan relevansi tinggi dengan kenyataan di lapangan, dan fokus pada komoditas yang tersedia di daerah, misalnya madu, tengkawang, rotan serta gaharu, kakao dan ekowisata. Karena komoditas tersebut merupakan produk potensial terpilih, maka penelitian dan pengembangan lebih lanjut diperlukan. Meskipun program pelatihannya komprehensif dan intensif selama tujuh hari (pelatihan dasar dan pembinaan) atau 12 hari (termasuk pelatihan lanjutan), namun ada kebutuhan untuk konsultasi lebih lanjut. Kedepannya, kegiatan konsultasi ini akan menjadi salah satu tugas Kesatuan Pengelolaan Hutan. KPH bertugas untuk memberikan saran kepada masyarakat lokal agar tidak hanya mendorong produksi, tetapi juga menciptakan peluang bisnis bagi masyarakat pedesaan serta memberikan konsultasi berkelanjutan untuk penyesuaian yang diperlukan terhadap perubahan lingkungan bisnis. Oleh karenanya, mereka harus diberi informasi terkini dan didukung oleh pusat pelatihan hutan daerah (Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan-BDLHK) yang akan melaksanakan pelatihan lebih lanjut dan mentransfer pengetahuan tambahan dan informasi penting.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Lutz Hofheinz, manajer bidang strategis, pembangunan KPH
Mohammad Sidiq, Koordinator Provinsi Kalimantan Utara
Jumtani, Koordinator Provinsi Kalimantan Barat

Dibuat: Selasa, 20 Agustus 2019