1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

Membangun strategi komunikasi Cagar Biosfer Lore Lindu

Jourrnalist training Palu

FORCLIME memfasilitasi Pelatihan Jurnalisme Lingkungan di Palu, Sulawesi pada tanggal 28 November sampai 1 Desember. Tujuan pelatihan ini adalah untuk memperkuat strategi penjangkauan dan komunikasi Cagar Biosfer Lore Lindu di Sulawesi Tengah. Hal ini merupakan bagian dari strategi keseluruhan FORCLIME untuk memperbaiki dan memperkuat keberlanjutan dan pengelolaan taman nasional. Pelatihan diikuti oleh 21 peserta, yang mewakili taman nasional, Tahura, Kesatuan Pengelolaan Hutan serta pemangku kepentingan lokal lainnya yang berada di kawasan Cagar Biosfer Lore Lindu.

Materi pelatihan meliputi penulisan, pengisahan cerita, penulisan artikel berita, blogging, fotografi dan videografi. Setelah mengikuti pelatihan selama empat hari (di ‘dalam kelas’ dan praktik), dilanjutkan di ‘luar kelas’ selama dua bulan ke depan melalui pendampingan kelompok secara daring dengan target diterbitkannya artikel di media lokal dan blog pribadi.

Cagar Biosfer Lore Lindu, yang dinyatakan oleh UNESCO pada tahun 1977, terletak di jantung Sulawesi dan meliputi empat kabupaten (Sigi, Poso, Parigi Moutong dan Donggala); dengan Taman Nasional Lore Lindu sebagai zona intinya.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ismet Khaeruddin, Advisor Senior bidang Konservasi Keanekaragaman Hayati, dan Koordinator Provinsi Sulawesi Tengah

Pusat Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan tingkatkan kapasitas widyaiswara untuk evaluasi pascapelatihan

evaluasi pascapelatihan small

Kepala Pusat Diklat Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Pusat Diklat SDM KLHK) membuka lokakarya Metoda  Evaluasi Pascapelatihan pada tanggal 21-22 November di Bogor. Kegiatan yang didukung oleh FORCLIME ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para widyaiswara melakukan evaluasi pascapelatihan untuk mengukur efektivitas penyelenggaraan suatu pelatihan, agar dapat dilakukan perbaikan kualitas pelaksanaan Diklat secara berkesinambungan (continuous improvement). Lokakarya, dengan narasumber dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), diikuti oleh 40 widyaiswara dari Pusat Diklat SDM KLHK dan Badan Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bogor.

Dalam sambutannya, Kepala Pusat Diklat SDM LHK menyampaikan bahwa seorang widyaiswara harus memiliki kompetensi untuk mengajar dan melatih Pegawai Negeri Sipil. Selain itu, juga dituntut untuk dapat melakukan penelitian terkait Diklat, mengembangkan konsep inovasi baru dan memberikan masukan untuk perbaikan kebijakan (advokasi kebijakan).

Sebagai tindak lanjut lokakarya ini, Pusat Diklat SDM LHK akan menyempurnakan Pedoman Penyelenggaraan Evaluasi Pasca Diklat berdasarkan masukan-masukan yang telah dibahas selama lokakarya.

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Endang PD, Kepala Sub Bidang Evaluasi, Akreditasi dan Kerja Sama, Pusat Diklat SDM LHK
Edy Marbyanto, Manajer bidang strategis, Pengembangan Kapasitas SDM

Sertifikat diserahkan - hutan desa Menua Sadap resmi didirikan

Sertifikat hutan desa Manua Sadap

As early as in the year 2010 FORCLIME started to support the inhabitants of Menua Sadap village to apply for recognition of a village forest of 1.395 ha to start community-based forest management (CBFM) in own responsibility. With a long process, determination of Working Area (PAK) of Menua Sadap Village Forest has been published in 2014 by the Ministry of Environment and Forestry and the permission finally granted on May 29th, 2017. Only recently, on November 9th 2017 the decree containing the “right on management of village forest” (Hak Pengelolaan Hutan Desa) was handed over to Menua Sadap village forest management board (LPHD) by the governor of West Kalimantan Mr. Cornelis in Pontianak on the occasion of a big workshop on social forestry topics. This means that legal rights on forest management are transferred to the community now and further activities can be started. This will be facilitated by FORCLIME in terms of capacity building on management competencies, non-timber forest products and other vital issues.

For more information, please contact:
Petrus Derani, Technical Advisor in Kapuas Hulu, West Kalimantan
Lutz Hofheinz, Strategic area manager for Forest Management Unit