1 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
2 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)
3 / 3

FORCLIME

 Forests and Climate Change Programme
 Technical Cooperation (TC Module)

KLHK evaluasi petunjuk teknis inventarisasi hutan pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

FGD Juknis invent hutan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Inventarisasi dan Pemantauan Sumber Daya Hutan (IPSDH) menyelenggarakan diskusi terarah (Focus Group Discussion-FGD) untuk mengevaluasi aspek keterlaksanaan dan efektifitas Petunjuk Teknis Inventarisasi Hutan pada tanggal 12-13 April di Bogor. Peserta diskusi adalah perwakilan dari unit teknis KLHK yang terkait dengan pelaksanaan inventarisasi hutan, termasuk Direktorat Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi, Direktorat Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Direktorat Rencana Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan, Pusdiklat, dan Balai Pemantapan Kawasan Hutan. Pertemuan ini terselenggara atas kerja sama Direktorat IPSDH dan GIZ.

Diskusi tersebut menghasilkan 15 rekomendasi perbaikan inventarisasi hutan dan 11 rekomendasi inventarisasi sosial budaya. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan untuk merevisi Peraturan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Nomor P.1/PKTL/IPSDH/ PLA.1/1/2017 tentang Petunjuk Teknis Inventarisasi Hutan dan Sosial Budaya Masyarakat pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP).

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Dody Rahmansyah, Pengendali Ekosistem Hutan, IPSDH, KLHK.
Wandojo Siswanto, Manajer bidang strategis, Kebijakan Kehutanan

FORCLIME dapat penghargaan di pameran Indogreen 2018

The Award

FORCLIME menjadi salah satu juara pada Pameran Lingkungan Hidup Kehutanan IndoGreen, yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tahun ini adalah pameran yang kesepuluh dan diselenggarakan di Samarinda tanggal 5 sampai 8 April di Samarinda Convention Hall, Kalimantan Timur. Melalui acara seperti ini, FORCLIME mndistribusikan informasi mengenai pelaksanaan kegiatannya di wilayah kerja di tiga kabupaten, yaitu: Malinau (Kalimantan Utara), Berau (Kalimantan Timur) dan Kapuas Hulu (Kalimantan Barat).

Dalam sambutan pada acara pembukaan, Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan bahwa melalui pameran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran untuk secara terus menerus menjaga hutan dan memelihara lingkungan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Ratu Wina Widyawati
Programme Officer, Information and Knowledge Management

Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda susun roadmap pengembangan kapasitas

roadmap pengemabangan kapasitas small

Dalam rangka memperingati 40 tahun berdirinya Badan Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BD LHK) Samarinda, diselenggarakan Lokakarya Penyusunan Roadmap Pengembangan Kapasitas Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan Samarinda pada tanggal 26-27 Februari 2018 di Samarinda. Lokakarya ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pengembangan kapasitas BD LHK Samarinda guna meningkatkan pelayanan. Acara ini diikuti oleh 50 representatif dari BD LHK Samarinda, unit pelaksana teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Samarinda, Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di Provinsi Kalimantan Timur, sektor swasta, serta LSM. Lokakarya ini diselenggarakan atas kerja sama BD LHK dan FORCLIME.

Dalam acara pembukaan, Kepala Pusat Diklat SDM LHK menyampaikan bahwa materi diklat BD LHK Samarinda harus disesuaikan dengan kebutuhan dari kelompok sasaran (user), metode lebih berorientasi pada keterampilan praktis, berorientasi pada outcome (tidak sekedar menghabiskan anggaran) dan selektif di dalam memilih peserta pelatihan.

Hasil dari lokakarya antara lain strategi pengembangan diklat akan menggunakan pendekatan Competence Based Training (CBT) yang fokus pada pengembangan kompetensi yang dibutuhkan kelompok sasaran. Hal ini akan berimplikasi pada perlunya perubahan regulasi, karena saat ini pelatihan dilakukan dalam sistem paket (kurikulumnya baku dan minimum peserta 30 orang).

Untuk informasi yang lebih lanjut, silakan hubungi:
Edy Marbyanto, Manajer Strategis bidang Peningkatan Kapasitas SDM